Sabtu, 07 Juli 2012
ARIFIN PANIGORO
RAJA MINYAK YANG AKTIF DI POLITIK
Sebelum Orde Baru tumbang tahun 1998, nama Arifin Panigoro hanya dikenal
kalangan terbatas sebagai pengusaha di bidang perminyakan. Lingkaran
pergaulannya lebih banyak dengan Pertamina dan pengusaha perminyakan
internasional. Namun, ketika reformasi tengah “hamil tua” yang ditandai dengan
maraknya aksi demonstrasi mahasiswa, kesadaran politik Arifin bangkit. Ia telah
menjadi simbol kebangkitan politik pengusaha. Tidak hanya itu, ia turut serta
secara aktif membantu pergerakan mahasiswa, termasuk menyiapkan nasi bungkus
untuk dikirim kepada mahasiswa yang tengah menggelar aksi di Gedung DPR
Senayan, Jakarta.
Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1973 ini memulai
usahanya tidak langsung menjadi bos di Meta Epsi Drilling Company (Medco). Sebelum
tahun 1980-an, awalnya ia cuma sebagai kontraktor instalasi listrik door to
door. Selanjutnya memulai proyek pemasangan pipa secara kecil-kecilan. Begitu
ada proyek yang berdiameter besar, hal itu bukan porsi pengusaha lokal,
melainkan pengusaha asing. Jadi, setiap Pertamina melakukan tender untuk
pemasangan pipa besar, maka perusahaan asing yang menang karena untuk pipaline
butuh peralatan berat. Peralatan itu umumnya hanya dimiliki oleh perusahaan asing.
Kondisi itu membuatnya berpikir,
sebaiknya pengusaha lokal pun diberi kesempatan atau dibantu untuk bisa
menangani pemasangan pipa besar dan tidak hanya diberi pekerjaan yang
kecil-kecil. Tahun 1981 ia memberanikan diri untuk mulai masuk proyek pipanisasi
yang berdiameter besar. Untuk pekerjaan itu, ia bekerja sama dengan perusahaan
asing. Deal-nya, bila satu proyek selesai, bagi hasilnya adalah peralatan itu. Mitra setuju, proyek pun selesai. Sejak itu dengan alat
tersebut ia mencari proyek ke mana-mana.
Selain menggandeng mitra asing, dukungan dan proteksi dari pemerintah amat
diperlukan. Tidak mungkin pengusaha lokal yang baru berdiri dan tidak memiliki
pengalaman dapat tiba-tiba bersaing dengan perusahaan asing yang berpengalaman
di bidang perminyakan selama puluhan tahun. Menggandeng mitra luar dan dukungan
pemerintah itu merupakan cara pengusaha lokal bisa membuka pintu ke bidang
bisnis yang lebih luas. Dengan begitu, persaingan dengan perusahaan asing bisa
dilakukan.
Semuanya dimulai dari tahapan membiasakan pengusaha lokal mengerjakan
proyek besar. Contoh yang dialaminya dengan bendera usaha Medco tejadi pada
tahun 1979-1980 ketika terjadi oil boom, Sekretariat Negara mengambil inisiatif
untuk membangun kilang minyak karena ada tambahan anggaran. Pada saat itu,
pemerintah berkeinginan untuk menyelipkan unsur pembinaan bagi pengusaha lokal,
termasuk Medco. Saat itu, dalam pembangunan Kilang Cilacap, Medco dikawinkan
dengan satu perusahaan asal Amerika Serikat. Akhirnya, Medco yang tidak tahu
apa-apa tentang pemasangan pipa, menjadi mengerti.
Demikian juga saat memulai usaha pengeboran minyak tahun 1981, juga tak
lepas dari bantuan pemerintah. Menurut Arifin, tahun itulah titik awal Medco
menjadi besar. Pada waktu itu, ia memiliki kedekatan dengan Dirjen Migas
Wiharso yang menginginkan ada pengusaha lokal dalam proyek jasa pengeboran.
Kebetulan ada penyertaan modal pemerintah ke Pertamina, yang mau melakukan
pengeboran gas di Sumatera Selatan.
Pemerintah mendorongnya untuk ikut tender, meskipun tidak punya peralatan
ngebor. Pemerintah memanggil perusahaan asing yang berpeluang menang diminta
untuk menyewakan alat, atau memakai orang-orang Medco sebagai mitra. Tujuan
pemerintah waktu itu adalah untuk membesarkan pengusaha lokal. Namun, tanggapan
dari perusahaan asing itu membuat Pak Wiharso tersingung dan batal. Lalu Pak
Wiharso memintanya menggarap proyek itu sendirian. Arifin sama sekali tidak
percaya dengan keputusan itu karena ia tidak memiliki pengalaman melakukan
pengeboran.
Hasilnya, ia kelabakan karena proyek yang ditenderkan tahun 1979 sudah
harus mulai dikerjakan pada tahun 1980. Dengan perasaan yakin, ia pun terima
tantangan itu. Tahap awal ia instruksikan staf yang memiliki kemampuan bahasa
Inggris untuk menjajaki pusat penjualan peralatan pengeboran di AS. Baru
setelah ada kepastian dan diketahui harganya, ia terbang dari Jakarta ke
Houston, AS. Perjalanan itu merupakan pengalaman pertamanya ke AS. Bermodal
"bahasa Inggris Tarzan" dan uang 300.000 dollar AS, ia melakukan deal
dengan pemilik barang. Hasilnya, deal berlangsung buruk.
Penjual barang meminta dalam waktu dua minggu barang seharga 4 juta dollar
AS sudah dibayar, kalau tidak maka uang muka 300.000 dollar AS hangus. Ia
terpaksa menerima syarat itu karena posisi tawarannya yang jelek. Setelah itu
ia langsung terbang ke Indonesia. Saking panjangnya perjalanan dengan tiket
ekonomi, tiba di Indonesia langsung sakit. Namun, dengan kondisi yang berat ia
berusaha menemui Gubernur Bank Indonesia Rachmat Saleh, lalu ke Pertamina.
Cara itu merupakan langkah terakhir yang harus dilakukan karena ia masih
merupakan pengusaha "bayi". Beruntung, Pak Piet Haryono dan Pak
Wiharso memberikan rekomendasi, Medco patut dibantu. Dana pun cair di ambang
batas perjanjian. Proyek pun bisa berjalan sesuai waktu yang ditentukan
pemerintah.
Terhadap bantuan yang diberikan pemerintah itu, Arifin menilai sangat
positif agar pengusaha lokal mampu bersaing. Namun, tetap harus dilakukan
secara betul karena kalau tidak bisa, jadi salah arah. Di sinilah sulitnya,
kadang proteksi itu memberikan hasil yang sebaliknya. Mumpung dikasih proteksi,
pengusaha malah menjadi manja.
Setelah merintis usaha tahun 80-an, Medco memulai kejayaannya pada tahun
1990. Sebelum tahun 1990 Medco selalu bekerja sama dengan pihak ketiga dan
untuk masuk ke sana bukan hanya masalah konsistensi ketekunan dan normatif,
tetapi juga urusan garis tangan sebagai penentu. Sebab, untuk memburu satu
sumur minyak bukan urusan ribuan dollar AS, tetapi jutaan dollar AS dan itu pun
belum tentu ketemu minyaknya.
Namun, keinginan untuk bisa mandiri tetap ada, maka tahun 1990 untuk
pertama kali Arifin membeli sumur minyak di Tarakan, Kalimantan Timur, seharga
13 juta dollar AS. Ladang itu mampu berproduksi 4.000 barrel per hari (bph).
Tahun 1995, beli lagi sumur minyak tertua PT Stanvac Indonesia milik
ExxonMobil, yang sampai saat ini total produksi yang dimiliki Medco mencapai
80.000 bph.
Barangkali inilah prestasi paling gemilang dari Arifin dan perusahaannya,
Meta Epsi Drilling Company (Medco). Pembelian Stanvac dimenangkan melalui
tender yang kemudian namanya diubah menjadi Expan. Dengan pembelian itu, PT
Stanvac tidak lagi dikuasai orang asing sebab perusahaan minyak tertua di
Indonesia itu sudah dimiliki sepenuhnya oleh Medco.
Keberhasilan itu konon karena ada unsur tekanan dari pemerintah. Atas isu
tersebut, Arifin membeberkan bahwa ia membeli perusahaan minyak itu melalui
tender intemasional. Untuk bertemu langsung dengan orangnya saja tidak bisa.
Baru setelah selesai pembelian, mereka bisa benar-benar bertemu. Ia membelinya
secara langsung. Waktu itu cadangannya cuma 20 juta. Kemudian tahun 1996
produksi digenjot. Hasilnya, satu lapangan saja bisa mendapatkan 320 juta barel
minyak.
Sukses di bidang perminyakan ternyata membuat Arifin berpikir lain masih
dalam sektor tambang. Kenapa orang lokal tidak bisa berjaya di gas, seperti
halnya di minyak. Padahal Indonesia kan salah satu produsen gas terbesar di
dunia dan banyak industri yang berteriak kekurangan gas? Pernyataan inilah yang
kerap membuatnya gundah. Jika kita lihat pada satu sisi, Indonesia menempati
posisi nomor satu di dunia dalam ekspor LNG karena cadangan gas jauh lebih
banyak dari minyak. Kini, cadangan sudah mencapai 170 triliun kaki kubik (TCF).
Jika cadangan itu diproduksi, sampai 50 tahun pun tidak akan habis.
Gas itu ada di luar Pulau Jawa, tetapi tetap harus harus dibawa ke Pulau
Jawa karena berapa pun harganya tetap menarik. Misalnya PLN, jika membeli
gas harganya hanya 3 dollar per million metric british thermal unit (MMBTU)
sudah sangat mewah. Namun, kalau disetarakan dengan BBM sama dengan 18 dollar
AS per barrel. Harga itu sangat murah dibandingkan harga BBM yang harus dibayar
PLN sebesar 30 dollar AS per barrel.
Namun, kembali lagi, kenapa gas
tidak ada di Pulau Jawa, ini masalah kebijakan pemerintah. Jadi, mestinya
Bappenas atau Menteri bidang Ekuin sama memikirkan, apakah terus bergantung
minyak yang harganya 30 dollar AS per barrel. Medco menjual ke Pusri 1,8 dollar
AS ditambah ongkos pipa 0,5 sen dollar, sudah bisa untung.
Inilah yang ia anggap kebijakan
itu keliru. Demikian juga proyek yang dibangun oleh PT Perusahaan Gas Negara,
yang berhasil menyambung pipa gas ke Singapura, setelah itu membangun pipa ke
Pulau Jawa adalah kebijakan yang salah. Gas di Sumsel sebenarnya tak banyak
lagi, jadi seharusnya dibawa ke Jawa saja. Tetapi, barangkali pemerintah
memiliki pertimbangan harga di Singapura yang barangkali lebih baik.
Sukses di dunia bisnis membuatnya
ikut berpetualang ke dunia politik. Awalnya ia melakukan pertemuan di Hotel
Radisson Yogyakarta tahun 1997. Sebenarnya itu adalah pertemuan atau diskusi
biasa. Namun, efeknya luar biasa, khususnya buat Arifin. Ia dituduh berupaya
menggagalkan Sidang Umum MPR yang akan mengesahkan Soeharto menjadi Presiden
ketujuh kalinya.
Ketika aksi mahasiswa semakin
memanas, Arifin memberi bantuan konsumsi kepada para demonstran yang melakukan
aksi di Gedung DPR. Ribuan kotak makanan dikirim. Tak heran jika kemudian
muncul opini bahwa Arifin adalah tokoh di belakang aksi atau cukong para
mahasiswa. Namun, Arifin tahu bahwa ia tidak sendiri. Gerakan reformasi
merupakan suratan untuk memperbaiki keadaan.
Cobaan terhadap langkahnya di
dunia politik masih berlanjut. Di era Presiden BJ Habibie, Arifin Panigoro
kembali dijerat dengan tuduhan pidana korupsi penyalahgunaan commercial paper
senilai lebih dari Rp 1,8 triliun. Pada waktu itu, sejumlah kalangan percaya
dijeratnya Arifin karena kedekatannya dengan gerakan mahasiswa. Bahkan pada masa pemerintahan Megawati, Arifin kembali
dicoba untuk dijerat lewat perkara di kejaksaan. Sejak awal, dirinya yakin
hanya dikerjain karena masih banyak pihak yang tidak senang dengan aktivitas
politik yang digeluti.
Pengalamannya sebagai pengusaha membuat dia tidak kaget dengan praktik
politik karena di dalamnya ada aktivitas melobi atau menggarap, juga money
politics. Baginya, hari-hari uang adalah urusannya. Dari permulaan bekerja
sebagai pengusaha, ia tidak pernah buat kesepakatan dengan fasilitas yang
diperolehnya.
Demikian juga dengan urusan politik yang juga bagian dari kompromi lintas
fraksi, kesepakatan semua kekuatan. Hal-hal begitu tidak selalu pakai uang,
cukup pengertian bahwa kita punya sesuatu yang lebih besar, mari kita jalani
sama-sama. Namun, perjalanan tidak selalu mulus, godaan banyak. Apalagi
kekuatan politik sekarang sesudah zaman Soeharto, relatif pemainnya baru semua.
Meskipun terbiasa bermain dengan uang, namun Arifin mengaku memiliki
batasan dalam memainkan uangnya. Sayangnya, proses politik atau proses
pengambilan keputusan politik, ternyata uang yang berbicara. Padahal, meskipun
ia seorang pebisnis, tetapi ia mau bisnis tanpa uang. Meskipun ia mengaku, cara
bisnisnya memang tidak sebersih di AS. Di negara itu, mentraktir makan di atas
100 dollar AS sudah termasuk kategori sogokan. Ia tidak begitu amat, tetapi mendambakan
good government and corporate governance, supaya bisa membuat bangsa ini ke
depan lebih baik.
Ia berhitung, hari ini, uang dihabiskan untuk apa saja. Ia mau menghitung
berapa total uang yang dikeluarkan dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia,
yang akan membebani APBD setiap daerah. Jangan lupa, itu uang rakyat dari
pajak. Kalau pemimpinnya main, tentu menggelembungkan dana proyek, tentu
bawahan juga ikut ambil bagian. Dengan demikian korupsi akibat kedudukan bisa
menimbulkan efek berantai, jika dana diselewengkan Rp 1 triliun, uang rakyat
yang bakal hilang sekitar Rp 10 triliun untuk pemilihan kepala daerah.
Perkenalannya lebih mendalam dengan dunia politik adalah ketika
partai-partai baru bermunculan tahun 1998-1999 setelah lengsernya Soeharto dari
kursi presiden. Pada awalnya, Arifin menjalin hubungan dengan berbagai tokoh
politik, baik tokoh masyarakat yang sudah lama dikenal maupun tokoh yang baru
muncul. Saat deklarasi partai baru dilangsungkan, Arifin kerap menghadirinya.
Namun, akhirnya pilihannya jatuh ke PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati
Soekarnoputri. Bersama PDIP, Arifin pun melenggang menuju Senayan sebagai
anggota DPR/MPR.
Untuk kategori pemain baru di dunia politik, sebenarnya karir politik
Arifin terbilang bagus. Ia bisa duduk di jajaran DPP partai peraih suara
terbanyak dalam pemilu. Ia pernah memimpin lintas fraksi, juga menjadi Ketua
Fraksi PDIP MPR. Namun, dunia politik memang seperti cuaca yang cepat berubah.
Arifin yang kerap dikenal sebagai anak “indekos” di partai berlambang banteng
merah gemuk itu dianggap sudah kurang loyal kepada partainya dan mulai memihak
lawan partai politiknya bernaung.
Arifin Panigoro yang dulu dianggap sebagai inspirator pembangunan jalan
mulus Presiden Megawati menuju kursi kepresidenan, kini dianggap sebagai anak
yang nakal. Isu pun merebak bahwa Arifin bakal dipecat. Namun, hingga saat ini,
isu tersebut tidak berbuah menjadi kenyataan.
Terhadap isu tersebut, ia berpendapat kalau dirinya dikeluarkan, sepertinya
ia harus membuat acara perpisahan dengan teman-teman. Tetapi, sebetulnya ia
sudah memikirkan untuk keluar. Menurutnya, kalau dikeluarkan dirinya akan lebih
senang. Seperti orang kerja, kalau berhenti tidak dapat pesangon, kalau
diberhentikan malah dapat pesangon.
Meskipun siap untuk keluar, namun mengenai masa depan politiknya masih
belum jelas, dan ia sendiri masih belum bisa mengira-ngira ke mana akan
berlabuh. Hal itu terjadi karena dari tahun 1998 ia termasuk non-partisan,
meskipun belakangan bergabung ke partai. Awalnya, ia datang pada setiap acara
peresmian partai baru, sampai akhirnya bergabung dengan PDIP.
Arifin menganggap dirinya sebagai seorang oportunis yang iseng-iseng. Atau
ia hanya ingin ada lima tahun periode yang lain, tidak hanya menjadi seorang
pengusaha.Tetapi yang pasti, hematnya, konyol jika berhenti lalu serta-merta
melawan PDIP, apalagi mau menggulingkan Megawati.
Jika benar-benar mundur dari dunia politik, kemungkinan ia akan relaksasi
dan bermain golf di Paris atau mencari sekolah khusus untuk mereka yang sudah
berumur di kota yang mempunyai makanan yang enak-enak. Mungkin enam bulan
istirahat dulu.
Ia juga termasuk orang yang respek terhadap cendekiawan muslim Noercholish
Madjid (Cak Nur). Menurutnya, Cak Nur itu bukan politikus, tetapi berminat jadi
presiden. Ketika pertama kali mengemukakan minatnya jadi presiden Arifin
termasuk orang yang awal-awal mendatangi dan bertanya, ternyata jawabannya
memang mau. Pikirnya, siapa pun ini, dia dari unsur yang berbeda dibandingkan
politikus yang lain. Dengan demikian bisa menjadi ukuran moral, sebab moral
juga harus terukur. Paling tidak, politikus ada malu-malu sedikit. Jadi,
pencalonan Cak Nur, sebenarnya dapat meningkatkan kualitas pertandingan.
Mengenai kehidupan keluarganya, suami dari Raisis A Panigoro cukup bahagia.
Anak-anaknya sudah besar, bahkan yang tertua Maera Hanafiah sudah menikah dan
sebentar lagi dikarunia anak kedua. Adapun yang bungsu Yaser Mairi sedang
menambah pendidikan di Singapura pada bidang IT. Sekarang, meskipun agak telat,
ia sadar, kalau dirinya kurang memberikan perhatian kepada anak-anak, karena
jam kerja yang ngawur. Sekarang, sejak sekolah di luar negeri, anak-anaknya
seakan-akan lupa dengan orang tua.
Meskipun anak-anak itu bersekolah di luar negeri, namun tidak ada yang
secara khusus disiapkan menggantikannya. Anak pertamanya seorang ibu rumah
tangga, anak kedua tidak dipersiapkan untuk itu. Prinsipnya, Medco bukan
perusahaan keluarga, jadi sebaiknya dijalankan oleh profesional. Kebetulan,
adiknya orang minyak. Jadi, Hilmi Panigoro duduk Medco.
Ia juga tidak akan memaksakan anak-anak untuk meneruskan usaha orang
tuanya. Jika kapasitasnya sudah dipenuhi, silakan saja kalau mau meneruskan. Ia
mengaku tidak takut jika perusahaannya dipegang oleh orang lain, toh semua
aset, cadangan tidak ke mana-mana.
Meskipun kini sudah menjadi "raja minyak", suami dari Raisis A
Panigoro ini mengaku, kaya itu relatif. Dia mengaku tak pernah menghitung,
apakah dirinya kaya atau tidak, sebab semua hidup yang dijalani terus
menggelinding. Baginya, disebut kaya itu relatif, kalau di Indonesia, seperti
dirinya memang sudah menonjol. Sebagai orang yang beberapa kali dicekal untuk
bepergian ke luar negeri, ia pun bertanya untuk apa kekayaan itu.
Sebagai orang yang romantis, ia
mengaku merasa benar-benar kaya, kalau berada dalam satu konser musik yang
benar-benar disukai. Seperti saat ini, setelah bisa menikmati alunan gamelan
Jawa, maka setiap mendengar musik Jawa itu sebelum tidur, dia merasa kaya.
Jadi, baginya kaya cukup sederhana, bukan harta melimpah atau kekuasaan.
Arifin juga sadar, suatu saat akan pensiun sebagai orang perminyakan.
Namun, tidak berarti ia akan berdiam diri. Ia merencanakan untuk memfokuskan ke
Medco yang lain yaitu di bidang agrobisnis. Sekarang ini orang sedang banyak
bicara tentang pertanian. Masalah minyak goreng yang masih kurang kelapa
sawitnya. Mungkin itu adalah salah satu pelabuhan yang akan ditujunya kemudian.
Jumat, 06 Juli 2012
solosi UAS LITDIKMAT
1)
a. Kebenaran ilmiah
Kebenaran yang diperoleh dengan menggunakan metode tertentu yang disusun secara sistematis sehingga kebenaran ilmiah ini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut ialah:
1. Sesuai dengan fakta,
2. Logis,
3. Terukur,
4. Objektif, dan
5. Bersifat universal.
Kebenaran ilmiah ini selalu menjadi patokan tentang benar tidaknya suatu pengetahuan. Agar pengetahuan itu dapat diterima sebagai suatu kebenaran maka setidak-tidaknya pengetahuan itu haruslah memenuhi kriteria tersebut
Namun, kebenaran ilmiah ini tidak selamanya dapat dijadikan pengangan dalam mengambil keputusan tentang benar tidaknya suatu hal disebabkan karena banyaknya keterbatasan yang kita miliki. Keterbatasan itu meliputi keterbatasan alat indera dan keterbatasan jangkauan pikiran.
Karena keterbatasan alat indera yang kita miliki, sering kali indera melaporkan hal yang tidak sesuai dengan fakta kepada kita. Sebagai contoh pesawat yang sedang melintas di udara terlihat begitu kecil oleh mata, namun kenyataannya tidak seperti itu. Contoh lain adalah pergerakan matahari yang terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Kita semua mengetahui bahwa bumilah yang berotasi dan berputar pada sumbunya yang mengakibatkan munculnya siang dan malam, namun yang dilaporkan oleh alat indera bahwa bumi tetap diam pada tempatnya dan mataharilah yang mengelilingi bumi.
Jadi janganlah kita terlalu mengagung-agungkan kebenaran ilmiah yang kita peroleh dengan keterbatasan indrawi ini. Karena kebenaran yang haqiqi dan hanyalah milik Allah swt, tiada sesembahan selainnya, Tuhan semesta alam.
b. Rasional
menurut pikiran dan pertimbangan yg logis; menurut pikiran yg sehat; cocok dng akal
c. Factual
berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran
d. Actual
betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --;2 sedang menjadi pembicaraan orang banyak
e. Inovatif
bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru; ber-sifat pembaruan (kreasi baru):
f. Objektif
mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi
g. Solusi masalah
h. Orisinal
i. Focus
Menetapkan titik tujuan penelitian
j. Action
2) NO 2
a. Variable indevenden-bebas
Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi
sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain.
Contoh :
“Pengaruh
b. Variable devenden-tak bebas
Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang
menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel
bebas/variabel independent.
c. Variable intervening-perantara
Variabel Intervening adalah Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat, tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur. Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat, sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat
d. Peneliotian kuantitatif dan kualitatif
Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah dalam bentuk angka atau numerik, sehingga Penelitian Kuantitatif diidentikkan dengan Penelitian numerik. Penarikan kesimpulan pada penelitian Kuantitatif bersifat deduktif yaitu menarik kesimpulan dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. Sedangkan Penelitian Kualitatif bersifat eksploratoris karena berusaha mengeksplorasi terhadap suatu permasalahan walaupun dengan sedikit informan. Cara yang paling praktis dilakukan adalah dengan melakukan in-depth interview maupun dengan proses Focus Group Discussion (FGD). Logika dalam penarikan kesimpulan penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan logikan induktif yaitu berangkat dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menuju ke hal-hal yang bersifat umum berdasarkan informasi-informasi yang membangunnya kemudian dikelaskan ke dalam suatu konsep
e. Penelitian standar dan PTK
Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Research, yaitu satu action research yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi menjadi meningkat.
Penelitian Formal
Classroom Action Research
Dilakukan oleh orang lain
Dilakukan oleh guru/dosen
Sampel harus representatif
Kerepresentatifan sampel tidak diperhatikan
Instrumen harus valid dan reliabel
Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan
Menuntut penggunaan analisis statistik
Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit
Mempersyaratkan hipotesis
Tidak selalu menggunakan hipotesis
Mengembangkan teori
Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung
f. Penelitian deskriptif dan eksperimen
Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung
Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan (Danim, 2OO2)
Selasa, 05 Juni 2012
KERANGKA PROPOSAL IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA
IMPLEMENTASI
MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMP
KERANGKA
PROPOSAL PENELITIAN EKSPERIMEN
Oleh
RELA
MAEMUNAH
NPM
: 09210210370

PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
YAYASAN
PENDIDIKAN SEBELAS APRIL SUMEDANG
2012
KERANGKA PROPOSAL
PENELITIAN EKSPERIMEN
1. LatarBelakangMasalah
Kurangnyasiswamemahamikonsepdanpenguasaanmateri,
model pembelajaran yang kurangtepatdankurangnyakompetensikomunikasimatematikamerupakanfaktor
yang mempengaruhihasilbelajarsiswa. Sehinggaprestasibelajartidakmemuaskan.Hal
inidisebabkankarenapembelajaranmatematikapadaumumnyaberpusatpada guru
dansiswahanyasebagaipendengarsaja.Seharusnyapembelajaranmatematika yang
baikadalahdenganmelibatkanaktivitassiswadalam proses
pembelajaransehinggasiswadapatberpartisipasidalam proses pembelajaran.Olehkarenaituperludiupayakansuatupembelajaranyang
dapatmeningkatkankemampuansiswadalammenyelesaikansoalmatematika.Dengan model
pembelajaran reciprocal diharapkanakanterjadikomunikasidankerjasamaantara guru
dansiswa, sehinggasiswadapatberperanaktifdalam proses pembelajaran yang
padaakhirnyadapatmeningkatkanprestasibelajar.
2.JudulPenelitian
Implementasi model pembelajaran reciprocal untukmeningkatkankemampuankomunikasidanprestasibelajarmatematikapadasiswa
SMP
3.
VariabelPenelitian
Variabelbebasdalampenelitianiniadalahpembelajaranmatematikamenggunakan
model Reciprocal. Variabeltakbebasatauvariabelterikatnyaadalahkemampuankomunikasimatematikadanprestasibelajarsiswa.
4.
KeterkaitanVariabelBebasdanVariabeltakBebas
Kompetensikomunikasisiswadalampembelajaranmatematikamasihrendah,
halinidisebabkankarenapembelajaranmatematikapadaumumnyaberpusatpada guru
dansiswahanyasebagaipendengarsaja.Seharusnyapembelajaranmatematika yang
baikadalahdenganmelibatkanaktivitassiswadalam proses
pembelajaransehinggasiswadapatberpartisipasidalam proses pembelajaran.
Untukmeningkatkankompetensikomunikasi model pembelajaran yang
bisadigunakanadalah model pembelajaran Reciprocal, karenapada model inidalam
proses
pembelajarannyaterjadiinteraksiantarsiswadalamkelompokdenganadanyadiskusikelompok
yang dilanjutkandenganpresentasiantarakelompoksehinggasiswadapatmengemukakan
ide ataupunpendapatnyadenganberkomunikasidandiharapkankompetensikomunikasimatematikapadasiswa
pun meningkatsehinggaprestasibelajar pun dapatmeningkat.
5. RumusanMasalah:
a. Apakahimplementasi
model pembelajaran reciprocal dapatmeningkatkankemampuankomunikasisiswa?
b. Apakahimplementasi
model pembelajaran reciprocal dapatmeningkatkanprestasibelajarsiswa?
c. Bagaimanasikapsiswatentangpelaksanaanpembelajarandenganmengimplemantasikan
model pembelajaranreciprocal ?
6. DefinisiOperasional
a. Pembelajaran
Reciprocal learning adalahpembelajaran yang mengacupadakegiatanpembelajaran
yang berlangsungdalambentuk dialog antara guru dansiswamengenaisegmenteks
dialog inidisusundenganmenggunakanempatstategi :meringkas,
menghasilkanpertanyaan, menjelaskan, danmemprediksi.
b. Kemampuankomunikasimatematikaadalahkemampuansiswaintukmengkomunikasikan
ide matematikkepada orang lain, dalambentuklisan, tulisan, atau diagram
sehingga orang lain memaahaminya.
c. Prestasibelajaradalahhasil
yang dicapaiolehseseorangsetelahiamelakukanperubahanbelajarbaik di
sekolahmaupun di luarsekolah.
7. AnggapanDasar
b.
Model pembelajaranReciprocal cocokdigunakandalampembelajaranmatematika.
8. HipotesisPenelitian
Hipotesisdaripenelitianiniadalah
:
a. Denganmenerapkan
model pembelajaran Reciprocal dapatmeningkatankemampuankomunikasimatematisdanprestasibelajarpadasiswa.
b. Peningkatankompetensikomunikasimatematikamenggunakan
model pembelajaran Reciprocal lebihbaikdari model pembelajaranTradisional.
c. Sikapsiswapositifterhadappelaksanaan
model pembelajaran Reciprocal.
9.
PopulasidanSampel
Populasipenelitianeksperimeniniadalahsiswa
SMP Negeri 1 Tanjungsiang, dengankarakteristik :
a. Alamat
di Jalan Raya Tanjungsiang km 32
b. Terakreditasi
A
c. SekolahStandarNasional
d. Mayoritaspekerjaanorangtuasiswasebagai
PNS
Sampeldalampenelitianeksperimeniniadalah
2 kelasdarikelas VIII SMP Negeri 1 Tanjungsiang yang diambilsecara
random.Satukelasuntukeksperimenmenggunakan model pembelajaran Reciprocal
dansatukelaslagiuntukkelaskontrolmenggunakanpembelajarantradisional.
10. ButirStudiLiteratur
a.
Hakekatmatematika
b.
Hakekatbelajar
c.
Hakekatsiswa
d.
HakekatpembelajaranMatematika
e.
KemampuanKomunikasiMatematika
f.
Model pembelajaran Reciprocal Learning
g.
Model pembelajaran Reciprocal Teaching
h.
Hasilpenelitian yang relevan
11. PerangkatpembelajarandanInstrumenPenelitian
a. SilabusPembelajaran
b. RPP
c. TesKemampuanSiswa
(TesAwaldanTesAkhir)
d. LKS
e. Kisi-kisiInstrmenTes
f. Pedomanobservasi
g. Angket
12. ProsedurPelaksanaanPenelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang terdiri
dari tiga tahap yaitu : tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.
Untuk lebih jelas dapat dilihat sebagai berikut :
a.
Tahap
persiapan
·
Mendiskusikan
rencana penelitian dengan dosen pembimbing yang bersangkutan.
·
Mendiskusikan
jadwal pelaksanaan dengan guru matematika yang akan digunakan penelitian.
·
Membuat
silabus dan RPP yang dikonsultasikan dengan guru matematika yang bersangkutan.
·
Pembuatan
perangkat tes yang akan dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan
komunikasi matematis siswa.
·
Membuat
pedoman observasi dan angket.
b.
Tahap
pelaksanaan
Langkah-langkah pelaksanaan yang dilakukan pada tahap
pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
·
Memberikan
test awal pada kelas kontrol dan kelas eksperimen.
·
Melaksanakan
kegiatan belajar mengajar, kelas eksperimen kegitan pembelajarannya menggunakan
model reciprocal sedangkan kelas kontrol kegiatan pembelajarannya menggunakan
tradisional.
·
Melaksanakan
observasi terhadap kemampuan komunikasi matematis selama pembelajaran
berlangsung.
·
Memberikan
test akhir pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan soal yang sama dengan
soal test awal.
·
Memberikan
angket kepada siswa dimaksudkan untuk mengetahui sikap siswa terhadap
pembelajaran matematika dengan model recipocal.
c.
Tahap
evaluasi
·
Pelaksanaan
tes
·
Observasi
siswa
·
Pengisian
angket oleh siswa
13.
DesainPenelitian
Metode yang
digunakanadalahmetodeeksperimendengandesainpenelitiansebagaiberikut:
R1 : O1
X O2
R2 : O1
– O2
Keterangan :
R1 :
R2 :
O1 :tesawal
O2
:tesahir
X
:pembelajaranmenggunakan model Reciprocal
14. TeknikAnalisis Data
Data yang di
dapatdarihasilpenelitianiniterdiridari data kualitatifdan data kuantitatif.Data
kuantitatifadalah data berupahasilpengolahantesawaldantesahir, sedangkan data
kualitatifadalah data hasilobservasidanangketsiswa.
a. Pengolahan
data hasiltes
· Ujinormalitas
data
Diujidenganrumus chi kuadrat, untukmengetahuiapakahkemampuankeduasampelberdistribusi
normal atautidak.
·
Ujihomogenitasvarians
Setelahkeduasampelberdistribusi
normal, makadilanjutkandenganujihomogenitasyaituuji F untukmengetahuihomogenitasvariansdarikeduasampel.
·
Penghitungan t
Bilakeduasampelberdistribusi normal
danvariannyahomogenmakamenggunakanrumus t
·
Penghitungan t’
Bilakeduasampelberdistribusi normal
tetapivariansnyatidakhomogenmakauntukpengujianmenggunakanrumus t’.
·
Ujiwilcoxon
Jikakeduasampelatau minimal salahsatunyatidakberdistribusi
normal makadilakukanuji non parametrisyaituujiwilcoxon
b.
Data hasilobservasi
Data hasilobservasi, analisisnyadifokuskanpadakegiatansiswadalamkomunikasimatematikasaatpembelajaranberlangsung.Data
hasilobservasisiswadihitungdenganmenjumlahkanaspek yang
munculkemudiandipresentasekan.
Presentase = 
c.
Data hasilangket
Untukpengolahan data angket, dimanaangket yang
digunakanadalahangkettertutupskalaresponsiswa yang
akandigunakanpadaangketiniadalahskalalikert 4 item yaitu:
SangatSetuju (SS) skor
4
Setuju (S) skor
3
TidakSetuju (TS) skor
2
SangatTidakSetuju (STS) skor 1
15. JadwalKegiatan
|
No.
|
Kegiatan
|
Pekanke … Bulan April-Mei 2013
|
||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
||
|
1
|
Proposal
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
PerangkatPembelajaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
InstrumenPenelitian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
PelaksanaanPenelitian
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Pengolahan
Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
PenyusunanLaporan
|
|
|
|
|
|
|
|
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)