Label

Jumat, 06 Juli 2012

solosi UAS LITDIKMAT

1) a. Kebenaran ilmiah Kebenaran yang diperoleh dengan menggunakan metode tertentu yang disusun secara sistematis sehingga kebenaran ilmiah ini memiliki karakteristik-karakteristik tertentu. Karakteristik tersebut ialah: 1. Sesuai dengan fakta, 2. Logis, 3. Terukur, 4. Objektif, dan 5. Bersifat universal. Kebenaran ilmiah ini selalu menjadi patokan tentang benar tidaknya suatu pengetahuan. Agar pengetahuan itu dapat diterima sebagai suatu kebenaran maka setidak-tidaknya pengetahuan itu haruslah memenuhi kriteria tersebut Namun, kebenaran ilmiah ini tidak selamanya dapat dijadikan pengangan dalam mengambil keputusan tentang benar tidaknya suatu hal disebabkan karena banyaknya keterbatasan yang kita miliki. Keterbatasan itu meliputi keterbatasan alat indera dan keterbatasan jangkauan pikiran. Karena keterbatasan alat indera yang kita miliki, sering kali indera melaporkan hal yang tidak sesuai dengan fakta kepada kita. Sebagai contoh pesawat yang sedang melintas di udara terlihat begitu kecil oleh mata, namun kenyataannya tidak seperti itu. Contoh lain adalah pergerakan matahari yang terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. Kita semua mengetahui bahwa bumilah yang berotasi dan berputar pada sumbunya yang mengakibatkan munculnya siang dan malam, namun yang dilaporkan oleh alat indera bahwa bumi tetap diam pada tempatnya dan mataharilah yang mengelilingi bumi. Jadi janganlah kita terlalu mengagung-agungkan kebenaran ilmiah yang kita peroleh dengan keterbatasan indrawi ini. Karena kebenaran yang haqiqi dan hanyalah milik Allah swt, tiada sesembahan selainnya, Tuhan semesta alam. b. Rasional menurut pikiran dan pertimbangan yg logis; menurut pikiran yg sehat; cocok dng akal c. Factual berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran d. Actual betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya: cerita itu diangkat dr kejadian yg --;2 sedang menjadi pembicaraan orang banyak e. Inovatif bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru; ber-sifat pembaruan (kreasi baru): f. Objektif mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi g. Solusi masalah h. Orisinal i. Focus Menetapkan titik tujuan penelitian j. Action 2) NO 2 a. Variable indevenden-bebas Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel Dependen (terikat). Dinamakan sebagai Variabel Bebas karena bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Contoh : “Pengaruh b. Variable devenden-tak bebas Variabel Terikat merupakan Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut Variabel Terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas/variabel independent. c. Variable intervening-perantara Variabel Intervening adalah Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat, tetapi Tidak Dapat Diamati dan Diukur. Variabel ini merupakan variabel Penyela/Antara yang terletak diantara Variabel Bebas dan Variabel Terikat, sehingga Variabel Bebas tidak secara langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya Variabel Terikat d. Peneliotian kuantitatif dan kualitatif Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah dalam bentuk angka atau numerik, sehingga Penelitian Kuantitatif diidentikkan dengan Penelitian numerik. Penarikan kesimpulan pada penelitian Kuantitatif bersifat deduktif yaitu menarik kesimpulan dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya. Sedangkan Penelitian Kualitatif bersifat eksploratoris karena berusaha mengeksplorasi terhadap suatu permasalahan walaupun dengan sedikit informan. Cara yang paling praktis dilakukan adalah dengan melakukan in-depth interview maupun dengan proses Focus Group Discussion (FGD). Logika dalam penarikan kesimpulan penelitian kualitatif dilakukan dengan menggunakan logikan induktif yaitu berangkat dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menuju ke hal-hal yang bersifat umum berdasarkan informasi-informasi yang membangunnya kemudian dikelaskan ke dalam suatu konsep e. Penelitian standar dan PTK Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Research, yaitu satu action research yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi menjadi meningkat. Penelitian Formal Classroom Action Research Dilakukan oleh orang lain Dilakukan oleh guru/dosen Sampel harus representatif Kerepresentatifan sampel tidak diperhatikan Instrumen harus valid dan reliabel Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan Menuntut penggunaan analisis statistik Tidak diperlukan analisis statistik yang rumit Mempersyaratkan hipotesis Tidak selalu menggunakan hipotesis Mengembangkan teori Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung f. Penelitian deskriptif dan eksperimen Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecendrungan yang tengah berlangsung Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan (Danim, 2OO2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tuliskan kritik dan masukan anda